Sebuah pertanyaan di
kepalaku selalu datang
Dimanakah aku menghindarinya?
Apakah segala pengetahuan ini benar?
Dari bintang yang
bertaburan
Memungkinkan
segalanya! Ukuran dan logika bukan sejati {sejati bagi manusia}
Ada suatu tempat dimana telah tertulis
segalanya….
Tidak terjangkau oleh
segala pengertian kita manusia
Pengendali
segalanya tersembunyi di tempat terdamai
Yang disana hanya ada segala yang tidak tertangkap oleh apapun
{Alloh mengetahui yang ghoib}
Sebelum keabadian , cerita damai ini ada {khayalan}
Tak seorangpun yang
bisa berbicara menanggapinya
Mereka bersemayam di tepi-tepi kesunyian
Begitu kedamaian
menjemputmu
Keabadian
akan menyatu dengan segala bentuk dirimu {prasangka}
Apakah aku termasuk orang tertipu atau
keliru? {ya}
Bersama cerita damai
yang tak menuntut makna aku berjanji melebur
Menembus alam tak terkenali, menemukan sang
pengendali {Alloh lah pengendali, dzatNya ada di atas langit}
Yang tak akan hadir walaupun di beri peluang
ada {Alloh akan menampakkan diri di akherat kelak bagi hambaNya yang
dirahmati}
Di tempat-tempat tidak ada
itu bersemayam dan menertawakanku {prasangka}
Diriku terus mengajakmu
mengelana
Cerita
damai masih menggema dalam darah kita
Sesungguhnya diriku adalah bulatan yang
membangunkan ada {khayalan}
Bila anda mengangkat pena untuk mulai menulis
Dalam pikiranmu hanya
diriku yang begitu dalam
Dewi
pengetahuan telah membeku saat memasuki wilayahku {khayalan}
Bentangan kekosongan yang meracuniku yang
membunuhmu……
Disingkirkan dari
mahkota pengertian dan aturan
Buktikanlah keabadian itu ada pada dirimu
Dengan menghisap usia
dan membunuh kematian {Alloh yang melakukanya di akherat kelak}
Mencuri ketidaktaatan
pada aturan yang indah
Berapa umurmu anakku…..
Aku bukanlah sesuatu yang tergantung pada waktu
{tergantung pada Alloh}
Adalah sesuatu yang bertaburan diseluruh frekwensi……
Bagaimana aku mencoba
menjabarkannya?
Keterikatan yang
memberi luka pada zaman dan peradaban
Dalam
tidurku diriku adalah sesuatu yang bisa terbang
Tapi darah itu membeku, namun aku mampu
bertahan
Menelusuri lorong-lorong
misteri yang jauh
Segala
yang tak terukur adalah keajaiban dan mu’jizat {mu’jizat untuk
nabi-nabi}
Sadarilah
itu selimut kehidupan yang tak nampak
Aku bukan kehidupan tapi aku adalah keajaiban
Yang berasal dari
cerita damai
Sekali
lagi mendatangi bumi dan manusia untuk singgah
Sebelum meneruskan
perjalananku ke ketidakadaan yang jauh {Alam akherat itu ada}
Sebelum engkau mengingatku engkau
melupakanku
Tak pernah ada yang
menyadari kehadiranku disini
Percayalah pada pisau yang menembus jantungmu
Namun upacara ini
sangatlah penuh tetes air mata
Percayalah pada pengantar jenazah dikremasi
{dilarang dikremasi}
Lalu dedaunan di pemakaman yang berguguran
Halusinasimu tak akan menembus kekacauan
yang ditimbulkan
Oleh cerita damai,
kekacauan dalam pengertian aku
Aku
berubah menjadi kehidupan ketika kalian mendekatiku
Aku berubah menjadi seorang laki-laki dan
bernama
Namaku sama sekali tidak
penting-tidak penting
Sesuatu yang paling nikmat yang pernah engkau rasakan
Itu tidak jauh dari
diriku
Nikmatilah
yang menimbulkan rasa kedirimu
Aku
tetap hidup ketika rasa itu masih ada didirimu
Cerita damai berawal dari pangeran keabadian
yang dikorbankan {khayalan}
Menuntut
balas pada ketidakterbatasan
Yang
telah meracuni kekacauan yang memulai segalanya {bukan kekacauan tetapi
Allohlah yang memulai segalanya}
http://cipura-info.blogspot.com/2011/11/cerita-damai.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar