SELAMAT DATANG

DI BLOG AHMAD SHOLIHIN

Senin, 05 Desember 2011

DAMAI?

Sebuah pertanyaan di kepalaku selalu datang
Dimanakah aku menghindarinya?
Apakah segala pengetahuan ini benar?
Dari bintang yang bertaburan
Memungkinkan segalanya! Ukuran dan logika bukan sejati {sejati bagi manusia}
Ada suatu tempat dimana telah tertulis segalanya….
Tidak terjangkau oleh segala pengertian kita manusia
Pengendali segalanya tersembunyi di tempat terdamai
Yang disana hanya ada segala yang tidak tertangkap oleh apapun {Alloh mengetahui yang ghoib}
Sebelum keabadian , cerita damai ini ada {khayalan}
Tak seorangpun yang bisa berbicara menanggapinya
Mereka bersemayam di tepi-tepi kesunyian
Begitu kedamaian menjemputmu
Keabadian akan menyatu dengan segala bentuk dirimu {prasangka}
Apakah aku termasuk orang tertipu atau keliru? {ya}
Bersama cerita damai yang tak menuntut makna aku berjanji melebur
Menembus alam tak terkenali, menemukan sang pengendali {Alloh lah pengendali, dzatNya ada di atas langit}
Yang tak akan hadir walaupun di beri peluang ada {Alloh akan menampakkan diri di akherat kelak bagi hambaNya yang dirahmati}
Di tempat-tempat tidak ada itu bersemayam dan menertawakanku {prasangka}
Diriku terus mengajakmu mengelana
Cerita damai masih menggema dalam darah kita
Sesungguhnya diriku adalah bulatan yang membangunkan ada {khayalan}
Bila anda mengangkat pena untuk mulai menulis
Dalam pikiranmu hanya diriku yang begitu dalam
Dewi pengetahuan telah membeku saat memasuki wilayahku {khayalan}
Bentangan kekosongan yang meracuniku yang membunuhmu……
Disingkirkan dari mahkota pengertian dan aturan
Buktikanlah keabadian itu ada pada dirimu
Dengan menghisap usia dan membunuh kematian {Alloh yang melakukanya di akherat kelak}
Mencuri ketidaktaatan pada aturan yang indah
Berapa umurmu anakku…..
Aku bukanlah sesuatu yang tergantung pada waktu {tergantung pada Alloh}
Adalah sesuatu yang bertaburan diseluruh frekwensi……
Bagaimana aku mencoba menjabarkannya?
Keterikatan yang memberi luka pada zaman dan peradaban
Dalam tidurku diriku adalah sesuatu yang bisa terbang
Tapi darah itu membeku, namun aku mampu bertahan
Menelusuri lorong-lorong misteri yang jauh
Segala yang tak terukur adalah keajaiban dan mu’jizat {mu’jizat untuk nabi-nabi}
Sadarilah itu selimut kehidupan yang tak nampak
Aku bukan kehidupan tapi aku adalah keajaiban
Yang berasal dari cerita damai
Sekali lagi mendatangi bumi dan manusia untuk singgah
Sebelum meneruskan perjalananku ke ketidakadaan yang jauh {Alam akherat itu ada}
Sebelum engkau mengingatku engkau melupakanku
Tak pernah ada yang menyadari kehadiranku disini
Percayalah pada pisau yang menembus jantungmu
Namun upacara ini sangatlah penuh tetes air mata
Percayalah pada pengantar jenazah dikremasi {dilarang dikremasi}
Lalu dedaunan di pemakaman yang berguguran
Halusinasimu tak akan menembus kekacauan yang ditimbulkan
Oleh cerita damai, kekacauan dalam pengertian aku
Aku berubah menjadi kehidupan ketika kalian mendekatiku
Aku berubah menjadi seorang laki-laki dan bernama
Namaku sama sekali tidak penting-tidak penting
Sesuatu yang paling nikmat yang pernah engkau rasakan
Itu tidak jauh dari diriku
Nikmatilah yang menimbulkan rasa kedirimu
Aku tetap hidup ketika rasa itu masih ada didirimu
Cerita damai berawal dari pangeran keabadian yang dikorbankan {khayalan}
Menuntut balas pada ketidakterbatasan
Yang telah meracuni kekacauan yang memulai segalanya {bukan kekacauan tetapi Allohlah yang memulai segalanya}
http://cipura-info.blogspot.com/2011/11/cerita-damai.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar